|
Ditulis Oleh Julius Khang
|
|
Thursday, 03 December 2009 |
|
Kisah Liao Fan dalam cerita kaum Tao....
"Ketika beliau (Liao Fan) masih muda beliau telah diramalkan oleh
seorang pendeta bahwa hidupnya tidak panjang, tidak mempunyai anak,
namun akan mempunyai kedudukan yang baik di pemerintahan.
Singkat cerita suatu hari beliau bertemu dengan seorang maha guru. Pada saat latihan bersama Maha Guru tersebut melihat Lio Fan muda ini tanpa suatu gejolak apapun di dalam hatinya...sungguh aneh..tidak seperti orang kebiasaan...
Setelah ditanya ternyata Liao Fan muda ini menceritakan bahwa nasibnya telah ditentukan, jadi tidak ada yang perlu dikuatirkan.
Akhirnya Sang Maha Guru ini mengajarkan bahwa nasib baik / nasib buruk semua tergantung dari apa yang kita perbuat...
Dan semenjak itu Liao Fan mudapun melakukan banyak kebajikan..perubahan demi perubahan terjadi...dan semua yang diramalkan akhirnya banyak yang meleset....
Semenjak itu Liao Fan menjadi mengerti hukum perubahan nasib. Tuhan YME tidak terlibat pada nasib seorang manusia...yang menentukan
nasib baik dan buruk sebenarnya adalah diri manusia itu sendiri.. Itulah Hukum Tuhan...."
Cerita di atas memberi pelajaran pada kita bahwa berbuatlah kebajikan
yang banyak maka nasib kita akan berubah dengan sendirinya.
Seringkali di dalam kehidupan ini kita selalu mengeluh, mengapa nasib
tak pernah berubah walaupun kita sudah banyak berbuat kebaikan ataupun
mengapa hidup ini sangat susah.... Jawabnya adalah belum waktunya.
Jikalau kita selalu percaya nasib maka tidak ada perubahan yang akan
terjadi.
Masyarakat Timur kebanyakan selalu percaya bahwa nasib manusia telah
ditentukan sejak awal kelahiran, lain halnya kebanyakan masyarakat
Barat selalu berpola bahwa nasib manusia ditentukan oleh dirinya sendiri.
Dan sekarang lihatlah..banyak perbedaan yang terjadi...
"Jikalau manusia berpikir hanyalah nasib burung yang bisa
terbang...maka kita sekarang mungkin tidak akan melihat pesawat
terbang..
"DAN Jikalau manusia berpikir bahwa manusia nasibnya hanya hidup di
bumi saja ..maka kita tidak akan pernah melihat pesawa ulak alik...
"DAN Jikalau manusia.......dst dst...
Manusia sejak lahir diberikan Tuhan akal budi dan kebebasan untuk
memilih untuk menentukan nasibnya sendiri dan bukan ditentukan oleh
sebuah ramalan nasib sekalipun. Nasib baik dan nasib buruk semua
berasal dari diri sendiri.
Kini sudah saatnya kita merubah mindset kita bahwa kehidupan adalah sebuah perjuangan..
bahwa kehidupan adalah proses mencapai sebuah kesempurnaan dan bukan hasil akhir dari sebuah kehidupan.
Beethoven ditakdirkan dalam kebutaan namun dapat menghasilkan banyak musik-musik yang indah. Thomas Alfa Edison ditakdirkan tuli namun hasil buah karyanya dapat kita rasakan sampai sekarang.
Mungkin tanpa seorang Thomas Alfa Edison kita masih mengalami kegelapan..
Tidak ada suatupun yang dapat merubah seseorang kecuali dirinya sendiri.
|